Home / Bisnis / Pestisida; Arti, Jenis, dan Kegunaan dalam Pertanian

Pestisida; Arti, Jenis, dan Kegunaan dalam Pertanian

Pestisida banyak digunakan dalam bidang budidaya tanaman untuk meningkatkan kualitas tanaman tersebut dari hama dan gulma.

Pestisida berasal dari suku kata yaitu pest (hama) yang diberi akhiran –cide (pembasmi). Sasaran penggunaan pestisida bermacam-macam seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikroba yang dianggap mengganggu.

Penggunaan pestisida yang sembarangan bisa membahayakan terhadap kesehatan manusia, lingkungan, dan juga dapat merusak ekosistem.

Sejarah penggunaan pestisida telah ada sejak sebelum tahun 2.000 SM, untuk melindungi tanaman pertanian. Pestisida pertama kali berupa sulfur dalam bentuk unsur yang ditebarkan di atas lahan pertanian oleh masyarakat Sumeria sekitar 4.500 tahun yang lalu.

Kemudian sejak abad ke-15, senyawa berbahaya lain seperti arsenik, raksa, dan timbal diterapkan sebagai pestisida di lahan pertanian.


Berbagai senyawa seperti nikotin sulfat, piretrum, dan rotenon terus dikembangkan dalam pestisida selama abad ke-17 sampai abad ke-19 M. Pada tahun 1960an salah satu bahan berbahaya dalam pestisida yakni DDT menjadi salah satu masalah serius bagi keanekaragaman hayati.

Penggunaan DDT saat ini telah dilarang melalui Konvensi Stockholm, namun masih digunakan di beberapa negara berkembang, terutama untuk mencegah malaria dan penyakit tropis yang berasal dari nyamuk.

Dalam penamaan dan penggunaan pestisida, dapat dikategorikan berdasarkan tiga macam nama.

Penamaan & Penggunaan Pestisida

1. Nama umum (Common name), adalah nama yang telah terdaftar pada International Standard Organization (ISO). Nama umum biasanya adalah nama bahan aktif yang terkandung dalam pestisida.

2. Nama kimia (Chemical name), adalah nama unsur atau senyawa kimia dalam suatu pestisida yang terdaftar secara resmi pada International Union for Pure and Applied Chemistry.

3. Nama dagang (Trade name), adalah nama dagang dari suatu produk pestisida. Biasanya telah terdaftar dan mendapatkan semacam paten dari masing-masing negara.

Jenis Formulasi Pestisida

Formulasi sangat menentukan bagaimana penggunaan pestisida berdasarkan bentuk dan komposisi tertentu, takaran dan dosis yang harus digunakan, frekuensi dan interval penggunaan, serta sasaran efektif penggunaan dari formulasi pestisida tersebut.

Selain itu, formulasi pestisida juga menentukan aspek keamanan dari pembuatan dan peredarannya. Beberapa formulasi pestisida tersebut diantaranya yaitu;

a. Formulasi padat

1. Wettable Powder (WP);
2. Soluble Powder (SP);
3. Water Dispersible Granule (WG atau WDG);
4. Soluble Granule (SG);
5. Tepung Hembus.

b. Formulasi cair

1. Emulsifiable Concentrate atau Emulsible Concentrate (EC);
2. Water Soluble Concentrate (WCS);
3. Aquaeous Solution (AS);
4. Soluble Liquid (SL).

Jenis Pestisida Berdasarkan Cara Kerja

Berdasarkan cara kerjanya, pestisida dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Pestisida Kontak, yaitu pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah tubuh hama sasaran terkena. Contoh: Gramoxone, Diazinon, Folidol dan BHC.

2. Pestisida Fumigan, yaitu pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah tubuh hama sasaran terkena uap atau gas. Contoh: Methyl bromide, Gammexane dan Karbondisulfida.

3. Pestisida Sistemik, yaitu pestisida yang dapat ditranslokasi melalui tanaman. Tubuh hama sasaran akan mati apabila menghisap atau memakan jaringan tanaman. Contoh: Furadan, Curater dan Dimecron.

4. Pestisida Lambung, yaitu pestisida yang mempunyai daya bunuh setelah tubuh hama sasaran memakan pestisida. Contoh: Parathion dan Klerat.

Jenis Pestisida Berdasarkan Kandungan Struktur Kimia

1. Pestisida Jenis Organofosfat

Jenis pestisida Organofosfat ini mengandung unsur-unsur phosphat, carbon,dan hidrogen. Pestisida jenis ini bisa terdiri dari satu gugus atau lebih fosfor yang terkait pada molekul organik.

Organophosphat dibuat dari suatu molekul organik yang direaksikan dengan fosforilat. Contoh: Parathion, Malathion dan Tetra Ethyl Pyro Phosphat (TEPP). Sedangkan untuk dii Indonesia, Diazinon dan Dursband adalah yang paling banyak dipakai.

2. Pestisida Golongan Karbamat

Karbamat adalah jenis pestisida yang terdapat gugus karbamat di dalamnya. Contoh jenis pestisida yang merupakan golongan karbamat adalah Sevin, Baygon dan Isolan.

3. Pestisida Golongan Organochlorin

Jenis pestisida golongan Organochlor ini adalah pestisida yang terdapat unsur-unsur karbon, hydrogen dan chlorine di dalamnya.

Jenis Pestisida Berdasarkan Hama

Berdasarkan target hama sasaran yang dibunuh, pestisida diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu seperti, Akarisida, Algasida, Alvisida, Bakterisida, Fungisida, Herbisida, Insektisida, Molluskisida, Nematisida, Ovisida, Piscisida, Predisida, Rodentisida, Termisida, Silvisida, dan Larvasida.

About editor

Check Also

Peluang Usaha Roti Bakar Kaki Lima yang Menjanjikan

Peluang Usaha Roti Bakar Kaki Lima yang Menjanjikan – Terjun dibidang bisnis makanan menjanjikan keuntungan …